Serasa milik pribadi segar sepi sejuk asyik

Hi, traveller ada yang hobi hunting sumber mata air alami ngga? Itu loh yang biasa ada di daerah pegunungan atau tepatnya di lereng gunung. Bisa berupa air terjun, sendang atau sumber mata air yang tak pernah lelah memancarkan berlimpah. Hmm bisa juga sumber mata air panas karena dari pegunungan kapur yang mengandung belerang atau ada gas geotermal alam yang bisa dimanfaatkan oleh manusia. Alhamdulillah kami bisa dapat obyek wisata alam yang keren, seperti yang ada di film petualangan. Yang dulu hanya pernah ada dalam mimpi saya sekarang jadi nyata. Dan  saya bisa berbagi kebahagiaan bersama mas hubby dan my son. Maka nkmat Allah manakah yang kami dustakan!

Traveller, sebenarnya kali ini saya mau berbagi kisah ketika saya ke Banyuwangi dan terdampar di obyek wisata alam yang super duper ini. Namanya air terjun Si kembar. Saya mengatakan terdampar karena obyek ini tidak masuk daftar tujuan wisata . ( Loh koq bisa sampai disana?  ) Pasti penasaran ya. Ini yang saya anggap dan yakini bahwa rencana Allah lebih indah dari rencana manusia. Sebab di H-1 keberangkatan saya ke Banyuwangi saya dapat nomer kontak sahabat lama yang siap menjemput  kami di stasiun Karangasem Banyuwangi.

So rencana yang saya rancang jauh hari sebelum ngebolang berubah total termasuk homestay yang saya booking secara online. jadi atas saran dan kebaikan hatinya, kami dijemput, diajak dinner disuruh batalin homestay , diajak wisata seharian full ke lokasi yang ngga terlalu jauh dari kota Banyuwangi dan akhirnya dapat tiga obyek wisata keren di Banyuwangi. Berburu sun rise di pantai wisata Boom, keceh di air terjun Si kembar, jalan jalan di perkebunan karet dan kopi, cuzz lanjut maksi nasi sidat di dekat jalan menuju kawah Ijen.( Lain kali saya bagikan juga ceritanya ya)

Senangnya bisa ngebolang di banyuwangi yang penuh pesona

Jam 06.00 kami sudah meninggalkan pantai wisata Boom langsung hunting sarapan. Kami memilh toko roti dan makanan yang khusus ramai di pagi hari. Yang memang menyediakan untuk keluarga ngga mau ribet bikin sarapan di pagi . Menurnya komplet tinggal selera, dari mulai nasi kuning, nasi goreng dan teman temannya semua ada. Begitu juga camilan kering dan aneka jajan pasar. Setelah pilih-pilih sesuai selera, kami menikmatinya di rumah. Maklum habis dari pantai perlu cuci kaki dan tangan sebelum makan.

Dalam sekejap hidangan yang kami beli sebagian pindah ke perut masing-masing. Sebagian lagi  kami bawa untuk bekal melanjutkan ke lokasi berikut. Iyes air terjun Si Kembar. Saya tidak hafal jalannya, seingat saya melewati desa wisata Osing, arah menuju kawah Ijen. Yang jelas berjarak kurleb 20 Km dari kota.

Kami memilih tempat parkir yang di bawah belum diaspal, atau dipaving hanya berupa tanah merah yang kanan kirinya terlihat bekas longsor.. lalu kami nyebrang jalan karena loket masuk dan lokasi air terjun ada di seberang jalan dari tempat mobil kami parkir. Tiket masuk lokasi cukup 5000 saja perorang.

Untuk mencapai lokasi tidak terlalu jauh dan cukup mudah dicapai. Menuruni beberapa anak tangga yang kurang permanen tetap harus hati-hati. Suara deburan air jatuh sudah membuat hati saya membuncah.Dari kejauhan saya melihat tiga anak dan seorang bapak sedang mandi di kolam yang langsung ada air terjunnya. Sepi pengunjung rupanya. Rasanya ingin segera berlari. Tapi saya nikmati dulu udara cerah, langit biru, dan  hijaunya daun yang identik dengan suasana pegunungan.Baju yang saya pakai sudah pas untuk keceh. Sedangkan mas hubby and my son cukup berkolor ria.

Sesaat kami menuju air terjun seperti diatur lah koq tiga anak dan bapaknya justru keluar dari air  dan membiarkan kolam yang cukup luas dengan deburan jauhnya air terjun itu kami nikmati bertiga. ( sungguh saat itu kami merasa jadi orang kaya sedunia ysng dipinjami fasilitas oleh Allah untuk menikmatinya) Maka nikmat Allah manakah yang kami dustakan!

Cukup puas kami keceh dan berenang, sambil sesekali mengapung menatap langit biru dari dalam kolam yang airnya jernih alami langsung dari gunung dingin segar pokoknya luar biasa ngga bisa saya ungkapkan dengan untaian kata.

Akhirnya perut ini jadi terasa lapar lagi. Yuk udahan dulu kecehnya. Sebelum kami beranjsk meninggalkan kolam nan jernih itu dari arsh depan bagian atas saya lihat rombongan orang asing yang ingin menikmati jernihnya air terjun Si kembar.

Ketemu bule dari Amrik sambil nunggu mas hubby sama si Ganteng nyemplung

Perlahan kami tinggalkan kolam jernih itu.. tetap mandi lagi, sabunan di kamar bilas, lalu pesan teh hangat dan pisang goreng yang dijual di warung dekat air terjun Si Kembar. Sementara guide kami  Bu Didik sekaligus yang memfasilitasi semua itu menunggu di surau kecil yang ada sendangnya tempatnya tertutup khusus untuk mandi atau ambil air wudhu. Disediakan sarung dan peralatan sholat di surau kecil itu.

Konon tempat ini sering jadi tempat pelarian untuk mendinginkan suasana hati maupun suasana hari di saat panas menyengat. Berada di kawasan air terjun Si Kembar ini membuat hati jadi adem, tenang dan damai.

Kalau traveller penasaan dan baper mari buktikan saja, cuuzz ke TKP

6 KOMENTAR

LEAVE A REPLY